DGMAnimation

PT. Digital Global Maxinema

Achmad Rofiq: Agar Sukses, Animator Indonesia Perlu Buat Kesepakatan

Dunia animasi Indonesia sudah mulai menggeliat dalam delapan tahun terakhir. Sebuah indikasi...

ANIMATOR LOKAL KINI TAK BISA LAGI DIPANDANG SEBELAH MATA

Bergaya layaknya rocker, dia pun berkokok sekencang-kencangnya sehingga membangunkan para tetangga...

“KukuRockYou”, Si Jagur yang Ingin Dikenal Dunia

Tak lama lagi Indonesia bakal memiliki film seri animasi anak tiga dimensi (3D) yang berjudul...

Mantan Santri yang Sukses di Bisnis Animasi

Achmad Rofiq sungguh cemas ketika lulus dari Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri...

Jatuh Bangun Achmad Rofiq Menekuni Industri Film Animasi

Berani Klaim Garapannya Lebih Bagus dari Upin-Ipin Tidak banyak animator Indonesia yang benar-benar...

Menuai untung dan prestasi dari film animasi

Kemampuan berimajinasi tak hanya mendatangkan prestasi bagi Achmad Rofiq. Beragam ide dan fantasi...

Agar Animasi Hidup, Animator dan Penulis Cerita Harus Bekerja Bareng

Apa yang dikeluhkan oleh animator di Indonesia? Kekurangan cerita menarik untuk menghidupkan...

Achmad Rofiq, Children’s Animated Films Produced by Indonesians

In the midst of the incessant showing of foreign-made cartoons on television and in cinemas, a...

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
Achmad-Rofiq-500x281

Achmad Rofiq: Agar Sukses, Animator Indonesia Perlu Buat Kesepakatan

Monday, 14 July 2014 | 5:00 am

Dunia animasi Indonesia sudah mulai menggeliat dalam delapan tahun terakhir. Sebuah indikasi menggembirakan. Sayangnya menurut CEO Global Digital Maxinema, Achmad Rofiq, dalam diskusi delapan tahun ini permasalahan yang dibicarakan itu-itu saja. Artinya, perkembangannya belum sesuai harapan.

Permasalahan yang ada, di mata Rofiq, adalah belum adanya kesepahaman mengenai model bisnis yang tepat. Akibatnya, banyak ragam model bisnis yang dijalankan studio-studio animasi Indonesia.

“Kalau buat saya, daripada mencetak entrepreneur katakanlah 1.000 jumlahnya, kalau tidak siap lebih baik mencetak intrapreneur. Didik mereka di dua atau tiga studio yang bermodel bisnis dan manajemennya bagus. Ini agar mereka mendapat pengetahuan yang tepat,” kata Rofiq dalam diskusi bertajuk “Mau Dibawa Kemana Ekonomi Kreatif Indonesia” di Jakarta Barat, Minggu (13/7).

“Trennya di sini itu, satu animator bikin satu studio sendiri karena memang kenyataannya bisa untuk membuat animasi sendiri. Tapi, jadinya model bisnisnya beda-beda, monetisasinya beda. Coba kita lihat Jepang, mereka dulu ada satu studio yang buat satu anime hits. Sesudah itu yang lain ikut-ikutan, menjadikan studio tadi mercusuar. Akhirnya, muncullah satu gaya yang semacam disepakati. Ada gaya Jepang, anime, manga, lalu juga gaya Amerika,” jelas Rofiq.

Dalam hal gaya gambar, saat ini animator Indonesia bisa dilihat terbagi menjadi beberapa gaya. Ada yang meniru anime dan manga, a la Amerika, tapi ada pula yang memakai gaya orisinal.

Kata Rofiq, kesepakatan lain juga bisa dilakukan di bidang kuliner misalnya. Di Jepang, beberapa makanan khas seperti dorayaki dan ramen sering diangkat sehingga kemudian menjadi ikon yang dikenal luas.

Kendala lain yang dipaparkan Rofiq adalah pentingnya keberpihakan TV. Idealnya stasiun TV mendukung dengan memberikan slot untuk tayangan animasi lokal.

“Misalnya oke animasi lokal dapat sekian menit di jam sekian. Selama ini keberpihakan ke animasi lokal saya rasa kurang. Bahkan malah ada yang bersaing dengan cara membuat in-house production sendiri, membuat animasinya dari in-house itu. Bagi saya, itu tidak bagus,” paparnya.

Ironisnya, saat ada stasiun TV yang membuka jalan bagi animasi lokal, justru suplainya yang tidak ada. “Kadang ada juga kejadian TV sudah mau membuka jalan untuk animasi lokal. Tapi, malah suplai film animasinya nggak ada dari studio lokal,” pungkasnya.

 

Sumber: Beritasatu.com

Head Office:

Ario Bimo Sentral 5th
Jl. HR Rasuna Said Kav. X-2/5 South Jakarta

Marketing Office:

Jl Pangeran Antasari 19 C,
West Cilandak, South Jakarta 12430
Tlp/Fax: +6221-75911565

Production Office:

Perum Araya
Jl. Blimbing Indah Megah L5-16 Malang
Tlp/Fax: +62341-487089

Social Media:

Facebook
Twitter
Youtube